Sergio Ramos: Saya Siap Mati Demi PSG Melawan Real Madrid

7meter.news – Babak 16 besar Liga Champions akan mempertemukan dua klub raksasa Eropa, PSG dan Real Madrid, pada pertengahan Februari mendatang. Hasil undian tersebut membuat bek Les Parisien, Sergio Ramos, jadi semakin bergairah.

Seperti yang diketahui, sebagian besar karier bermain Ramos dihabiskan di klub berjuluk Los Merengues itu. Ramos pertama kali berlabuh di Santiago Bernabeu pada tahun 2005 dan pergi pada musim panas kemarin begitu kontraknya berakhir.

Sejatinya, Real Madrid dan PSG tidak bertemu di babak 16 besar. Hasil undian menunjukkan bahwa Los Merengues menghadapi Benfica, sementara PSG melawan Manchester United. Sayang, proses undian harus diulang karena kesalahan teknis.

Undian diulang atas permintaan Atletico Madrid yang direstui oleh UEFA beberapa jam setelah kekacauan terjadi. Drawing kedua tersebut kemudian mempertemukan Los Merengues dengan PSG.

Siap Mati Demi PSG

Hasil undian itu membuat Sergio Ramos jadi bergairah. Real Madrid adalah klub yang berkesan untuknya dan kesempatan untuk kembali menginjak rumput Santiago Bernabeu takkan disia-siakan olehnya.

Kendati masih menyimpan perasaan buat Real Madrid, Sergio Ramos tetap bersikap profesional. Ia dengan tegas menyatakan siap berkorban demi membantu Les Parisien memenangkan duel dua leg nanti.

“Anda tahu kasih sayang dan cinta yang saya miliki buat Real Madrid. Sekarang adalah giliran saya untuk mempertahankan PSG dan melakukan segalanya. Ini adalah tim yang bertaruh kepada saya. Saya siap mati demi PSG,” ujarnya, dikutip dari Goal International.

“Tentu saja saya tidak suka berkonfrontasi [dengan Real Madrid], tapi kembali ke Santiago Bernabeu adalah sebab dari kegembiraan ini karena saya tidak bisa melakukan perpisahan yang sesungguhnya akibat larangan Covid,” lanjutnya.

Masa-masa Kegelapan

Karier Ramos memburuk sejak pindah ke PSG. Ia mengalami cedera parah sebelum musim 2021/22 dimulai, yang membuat dirinya harus absen hingga akhir bulan November. Dan baru-baru ini, ia harus kembali masuk ke ruang perawatan.

“Ini berat, berbeda dengan apa yang saya alami di sepanjang karier. Cedera [seperti ini jarang] terjadi. Bisa kembali jadi pemain lagi adalah hal yang penting,” curhat Ramos.

“Masa-masa yang gelap, kesendirian, tapi itu semua telah membantu untuk melampaui tantangan. Itu membantu saya untuk tahu siapa saja yang ada dan tidak. Saya tersenyum lagi ketika memikirkan akan berkompetisi lagi,” tutupnya.