Empat Skenario Antoine Griezmann ke Markas Barcelona

7meter.news –  Antoine Griezmann belum memberikan pernyataan ke mana langkahnya setelah meninggalkan  Atletico Madrid. Barcelona yang disebut sebagai tempat pelabuhannya juga tidak kunjung memberikan pernyataan terkait pemain yang sudah menjadi buruan mereka dua musim terakhir ini.

Namun, semua tahu bahwa pemain asal Prancis itu meninggalkan Atletico memang hanya menuju ke Camp Nou, markas  Barcelona. Jadi, saat Presiden Atletico Gil Marin mengatakan, jika mantan pemainnya itu akan ke Barcelona, tidak ada reaksi berlebihan. Meskipun pernyataan itu membuat beberapa klub yang sempat dikabarkan tertarik mendatangkan Griezmann menjadi patah arang.

Salah satunya  Manchester United. “Saya tahu ke mana dia akan pindah. Bahkan saya telah mengetahui sejak Maret lalu,” kata Marin dikutip Marca. Meski begitu tetap ada nada kecewa disampaikan Marin dalam penjelasannya. Dia seperti menuding jika Griezmann sudah merasa lebih besar dari Los Rojiblancos.

“Padahal kami bermain sebagai sebuah tim,” katanya. Jika benar Griezmann pindah ke Barca, lalu bagaimana nanti Ernesto Valverde mengelola tim, terutama dari sisi formasi. Selama ini Valverde memiliki pakem lima pilihan pemain di depan; Lionel Messi, Luis Suarez, Ousmane Dembele, dan Phillipe Coutinho. Belum lagi nama Nelson Semedo yang didatangkan musim lalu.

Di Atletico, Griezmann memang bisa bermain di sayap kanan, penyerang tengah, atau gelandang serang. Tapi, catatan whoscored memperlihatkan jika penyerang berusia 28 tahun itu lebih banyak bermain sebagai penyerang tengah. Setidaknya, data whoscored menulis, Griezmann memiliki 21 gol dari 44 penampilan sebagai penyerang tengah dan delapan kali sebagai gelandang serang dengan empat gol.

Bagaimana di Barca? Squawka menulis ada empat skenario untuk Griezmann jika memang ke Camp Nou. Pertama, sebagai penyerang sayap kiri dalam formasi 4-3-3 dengan Messi sebagai false nine . Teori ini muncul setelah kekecewaan. Ttidak efektifnya Suarez sebagai sayap kiri dalam formasi ini terutama di final Liga Champions sehingga komposisinya, Griezmann di kiri, Messi di tengah tapi bermain lebih ke dalam, dan Dembele di sektor kanan.

Kedua, bermain di depan Messi dalam formasi 4-4-1-1. Formasi ini sebenarnya menjadi favorit Valverde, karena menempatkan Messi berada di dekat penyerang tengah. Konsekuensinya, banyak pemain dikorbankan, seperti Suarez, Dembele, dan Coutinho. Pilihan ketiga, formasi 4-2-3-1 atau 4-2-4. Messi, Suarez, Dembele, dan Griezmann diturunkan bersamaan.

Formasi ini sebenarnya pernah dilakukan Pep Guardiola saat masih di Barcelona. Meski risikonya akan muncul ketidakseimbangan di dalam tim. Terakhir, menjadi bagian dari rotasi. Memiliki banyak penyerang, jelas membuat Valverde harus rapi dalam menentukan pemain. Selain bagian dari strategi, ego pemain bintang tentu ingin selalu dinomorsatukan. Jika tidak bisa dilakukan, risikonya adalah muncul ketidaksukaan dari pemain karena merasa dianaktirikan.